Pages

Review: Wet n Wild MegaCushion Foundation SPF 15

Kamis, 24 Mei 2018


Produk yang akan aku review kali ini adalah sebuah cushion foundation dari brand Wet n Wild yaitu MegaCushion Foundation SPF 15. Brand ini adalah salah satu brand yang cruelty free. Jadi, cruelty free adalah label yang diperuntukan untuk produk yang tidak membahayakan atau membunuh hewan. Biasanya, sebuah produk tersebut akan diuji pada hewan-hewan tertentu seperti tikus, kelinci, babi dan lain-lain bahkan juga pengujian tersebut dilakukan pada hewan-hewan yang sedang hamil untuk menentukan apakah produk tersebut aman digunakan pada manusia.


Kemasan:
Biasanya, foundation dikemas dalam sebuah botol kaca atau plastik namun cushion foundation dikemas dalam bentuk compact. Layaknya seperti bedak, cushion foundation ini dilengkapi dengan kaca dan puff jadi lebih praktis untuk dibawa kemana-mana. Salah satu alasan kenapa aku beli produk ini adalah karena kemasannya itu lucu. Case cushionnya ini agak lebih kecil daripada cushion April Skin.




Shade:
Biasanya kalau cushion merek korea, pilihan shade-nya akan sangat terbatas. Nah, cushion dari Wet n Wild ini memiliki beragam shade mulai dari yang terang sampai medium ke gelap. Ada 8 pilihan shade yang bisa kalian pilih sesuai dengan warna kulit kalian. Ini salah satu keunggulan cushion dari brand non-korea. Kebanyakan cushion keluaran dari brand korea memiliki pink undertone dan cenderung agak keputihan dari kulit asli kita. Itu yang  sering buat gak cocok sama kulit orang Indonesia yang kebanyakan memiliki tone kuning.  Warna kulit aku itu medium dan warm undertone jadi aku pilih shade no. 119A Buff Beige. Aku sempat cemas karena warna shade yang di cover case nya lebih gelap dari kulit aku tapi warna shade asli-nya ada dibagian bawah case nya.



Coverage:
Cushion foundation ini memiliki coverage medium dan buildable. Karena daya tutupnya medium, cushion ini tidak bisa menutupi noda hitam di wajah sepenuhnya tapi hanya bisa menyamarkan saja. Untuk kemerahan dan bekas jerawat yang tidak terlalu gelap bisa tertutupi dengan menambahkan layer. Aku punya bekas jerawat yang gelap di pipi setelah pakai foundation ini, bekas jerawatnya jadi agak samar.

Finishing:
Cushion ini memberikan hasil yang dewy. Jadi kalau dipake, dia akan memberikan efek melembabkan dan kelihatan glowing di wajah. Tapi karena ini dewy, cushion ini cocoknya untuk jenis kulit kering atau normal. Kalau oily sih aku gak saranin soalnya akan lebih cepat berminyak terutama dibagian hidung dan dahi, namun kalau mau dipake ya silahkan. Aku sarankan supaya ditambahkan bedak biar dia lebih tahan lama di wajah. Jujur, walaupun aku mempunyai kulit yang berminyak tapi aku senang dengan finishingnya yang kelihatan natural dan ringan di wajah. Dia juga mampu menyamarkan tampilan pori-pori yang besar.

Before
After (1 layer)
Setelah di set pake bedak makeover

Daya tahan:
Karena muka aku berminyak terutama dibagian T-zone,  foundationnya sudah kelihatan mulai berminyak dibagian hidung dan dahi 3 jam setelah pemakaian. Dan yang paling aku gak suka itu, foundation dibagian hidung sudah mulai hilang. Selain itu, foundationnya creasing parah dibagian garis senyum walaupun sudah aku set pake bedak. Kalau dibagian pipi, dia masih stay selama 5-6 jam. Oh iya, aku jarang pake makeup lama-lama soalnya gak tahan pengen cuci muka gara-gara gak nyaman.

Conclusion:

Pros:
  • Ringan di wajah
  • Hasil natural
  • Mampu menyamarkan tampilan pori-pori yang besar
  • Kemasannya lucu
  • Tidak oxidize
  • Coverage buildable
  • Pilihan shade-nya banyak
  • Ada SPF


Cons:
  • Foundationnya mudah kegeser apalagi kalau tidak di set pake bedak
  • Mudah creasing
  • Tidak cocok untuk kulit berminyak


Harga: Rp 130.000 – Rp 170.000an (tergantung penjualnya :D kemarin aku beli harganya 130an kalo gak salah). Aku akui cushion ini paling murah sejauh ini.
Poin: 4/5




Review Aprilskin Magic Snow Cushion 2.0

Senin, 24 Juli 2017

Hari ini aku mau ngereview salah satu cushion yang lagi booming di jagat per-makeup-an. Yup it’s Aprilskin Magic Snow Cushion 2.0.Percaya atau tidak, ini cushion pertama aku loh. Aku sering coba tester cushion/bb cream/ foundie korea tapi gak pernah jadi beli yang full sizenya. Aku memutuskan untuk membeli cushion ini karena tertarik dengan coveragenya . Produk ini booming karena dia memiliki high coverage jadi bisa menutupi kemerahan, bekas jerawat ataupun flek hitam. Cushion ini merupakan cushion versi terbarunya ya. Jujur, aku belum pernah nyobain versi sebelumnya jadi aku gak bisa ngasih perbandingannya.




Case cushion ini terbuat dari plastik berwarna hitam dengan tulisan emboss berwarna emas yang menurut aku gak mudah kehapus seperti tulisan di tutup bedak rimmel stay matte powder sama lipstick purbasari matte. Gak cuman case cushionnya aja yang berwarna hitam, puff nya juga berwarna hitam. Jadi, kalo ada kotoran sedikit aja bakalan kelihatan. Tekstur puff cushion ini seperti tekstur pada sponge makeup. Selain itu, case cushion ini juga dilengkapi dengan kaca. Untuk packagingnya simple sih tapi keliahatan agak “murah” dan bulky.


Ada 3 shade yang bisa kalian pilih yaitu 21 light beige, 22 pink beige dan 23 natural beige. Aku pilih shade yang paling gelap yaitu natural beige dan itu masih keputihan di wajah aku. Selain itu dia memiliki pink undertone yang mana gak cocok dengan undertone kulitku yang kuning.

Cushion ini memiliki hasil dewy, jadi yang gak suka hasil yang glowing bisa diakalin dengan memakai bedak sehingga hasilnya tidak begitu dewy. Oh iya, yang gak aku suka dari cushion ini adalah mudah creasing terutama dibagian garis senyum. Cara mengakalinya adalah dengan menambahkan bedak, tapi bagi kalian yang gak suka hasil matte, kalian bisa menambahkan bedak di area yang mudah creasing seperti di garis senyum ataupun area bawah mata.

Untuk daya tutupnya atau coverage, kalo diaplikasikan hanya satu layer tidak sepenuhnya bisa menutupi bekas jerawat atau noda hitam diwajah tapi hanya bisa menyamarkannya saja eits walaupun begitu, cushion ini bisa menutupi bekas kemerahan di wajah kok selain itu coveragenya buildable. Walaupun diaplikasikan berlayer-layer, hasilnya cukup natural sistaaa.  Selain dapat menyamarkan bekas jerawat ataupun noda hitam, cushion ini juga bisa menyamarkan pori-pori yang besar.


Before
After

Daya tahan cushion ini kalo diaplikasikan ke wajah berminyak emang gak akan tahan lama. Setelah 3 jam kemudian, di daerah hidung dan dahi yang mana merupakan daerah ‘penghasil minyak terbanyak’ mulai kelihatan pudar apalagi kalau wajah yang keringatan. Cushion nya jadi kayak gini di wajah :(


Setelah kurang lebih 3 jam
Sayangnya setelah dilap pake tissue, cushion ini mudah transfer  walaupun cuman ditepuk-tepuk aja. Sementara di daerah pipi, cushion ini cukup tahan selama kurang lebih 5 jam. Surprisingly, cushion ini gak oxidize loh.

Cushion ini mengandung SPF 50+ / PA +++. Ini sebenarnya plus minus sih. Bagi yang suka kegiatan di luar ruangan, perlindungan SPF bakalan sangat dibutuhkan. Namun bagi sebagian orang, SPF ini bisa memberikan efek white cast ketika di foto pakai flash, jadi wajah akan terlihat sangat putih di hasil foto tersebut.

Mungkin untuk kulit wajah normal-kering bakalan suka, tapi untuk wajah berminyak saya gak menyarankan cushion yang satu  ini. Tapi satu kelebihan yang saya suka yaitu hasilnya yang cukup natural di wajah karena dia itu memiliki hasil yang dewy  tapi gak dewy amat sih menurut aku.  Setelah pakai cushion ini wajah jadi kelihatan glowing tapi gak over glowing kok.  

Pros:
1. Hasilnya cukup natural
2. Coverage buildable
3. gak oxydize

Cons:
1. Mudah creasing
2. Mudah transfer
3. Pilihan shade terbatas
4. Gak cocok untuk tipe kulit berminyak
5. Lumayan mahal Rp 180.000 – Rp 200.000an dan gak dapet refill L



Review: LT PRO Naturally Glam Eyeshadow Palette

Minggu, 22 Januari 2017

Hi ladieessss… Welcome to my blog J



Hari ini aku mau nge-review salah satu eyeshadow merek lokal yang baru dilaunching bulan November 2016 kemarin, namanya LT PRO Naturally Glam Eyeshadow Palette. Eyeshadow palette ini terdiri dari 8 warna yang merupakan kombinasi dari 3 matte,  4 shimmer dan 1 satin. Harganya Rp. 120.000 – Rp. 150.000-an



Dari segi packaging, eyeshadow palette ini cukup kecil, kira-kira 11 cm x 7,5cm. Kemasannya mengingatkanku pada eyeshadow palette dari The Balm. Material wadahnya itu terbuat dari karton tebal dan ujungnya dikasih magnet supaya tutup palettenya gak mudah kebuka. Palette ini dilengkapi dengan kaca yang berukuran sedang dan satu kuas sponge double ended. Untuk ukuran pan eyeshadownya juga kecil-kecil, kira-kira 2 cm. But it’s okay. Karena palette ini tergolong cukup kecil maka mudah untuk dibawa travelling.


Di ingredients nya masih mengandung Talc dan Paraben yang katanya berbahaya bagi tubuh dan merupakan salah satu penyebab kanker, tapi hal tersebut masih dalam perdebatan dan belum ada bukti ilmiahnya. Yang menjadi masalah adalah hampir semua produk kecantikan mengandung Talc dan Paraben. Jadi gimana dong? Aku gak bisa menyimpulkan apakah Talc dan Paraben tersebut aman atau tidak. Setidaknya jika digunakan dalam jumlah yang sangat sedikit, tidak akan berpengaruh terhadap tubuh.




swatches: dari baris bawah (ki-ka)

Oke kembali ke review… Untuk pigmentasinya sangat baik terutama untuk eyeshadow shimmer dan satin. Namun untuk matte eyeshadownya pigmentasinya lumayanlah, kecuali matte eyeshadow warna putih gading yang mana pigmentasinya kurang.

Eyeshadow palette ini hampir keseluruhan memiliki tekstur yang powdery terutama eyeshadow matte warna putih gading. Untuk eyeshadow shimmer-nya memiliki tekstur yang creamy. Oh ya, eyeshadow matte warna hitam dan coklat memiliki tekstur yang kering jadi agak sulit untuk dibaurkan. Namun secara keseluruhan, eyeshadow palette ini mudah untuk dibaurkan. 

Cara yang paling baik untuk mengaplikasikan eyeshadow shimmernya yaitu dengan menggunakan jari karena lebih pigmented dan meminimalisir shimmer-nya yang berjatuhan ke bawah mata. Sedangkan penggunaan eyeshadow matte-nya lebih baik menggunakan kuas lain, karena menurutku jika menggunakan kuas sponge bawaan palette ini akan sangat sulit untuk dibaurkan. Selain itu untuk mengaplikasikannya cukup sedikit-sedikit saja agar lebih mudah untuk dibaurkan.

Eyeshadow palette ini memiliki staying power yang bagus kecuali eyeshadow matte warna putih gading karena warnanya subtle jadi cepat pudarnya. Tanpa primer, eyeshadow ini dapat bertahan di kelopak mataku yang berminyak lebih dari 6 jam setelah itu, warna eyeshadow-nya agak sedikit memudar.

Kesimpulan:

Pros:
  • Harganya cukup terjangkau
  • Packagingnya lucu
  • Eyeshadownya pigmented
  • Cukup mudah dibaurkan
  • Warnanya cakep  <3
  • Staying powernya cukup baik


Cons:
  • Packagingnya kecil
  • Cukup powdery
  • Kuasnya useless
I give 4 from 5 for this eyeshadow palette.

Review: L'oreal Infallible Pro-Matte Foundation

Kamis, 29 Desember 2016

Heloooo beauty… Hari ini aku mau ngereview foundation yang banyak di-rave oleh beauty guru. That’s L’oreal Infallible Pro-Matte Foundation. Sebenarnya aku udah lama punya foundation ini yaitu sekitar bulan Februari 2016 lalu tapi baru sekarang aku bisa mereview-nya. Ok, anyway, let’s jump into the review!



Pertama, packagingnya berbentuk plastic tube yang mudah untuk dibawa waktu travelling. Mulut tube-nya didesain kecil agar foundationnya tidak meluber. Kamu bisa mengatur banyak sedikitnya foundation yang akan dikeluarkan dengan mudah.




Kedua, tekstur foundation ini tidak terlalu kental ataupun tidak terlalu cair. Tetapi foundation ini cepat sekali keringnya. Jadi, setelah ditotolkan di wajah, foundationnya harus cepat-cepat di-blend/dibaurkan, jika tidak akan sangat sulit sekali untuk dibaurkan dan terlihat cakey di wajah.


Coverage
Ketiga, foundation ini memiliki medium coverage. Jika kalian ingin mendapatkan coverage yang lebih, kalian bisa mengaplikasikannya dengan kuas. Tapi jika kalian ingin hasil yang lebih ringan di wajah, kalian bisa menggunakan sponge basah. Foundation ini tidak bisa sepenuhnya menutupi noda-noda hitam di wajah namun coverage-nya bisa di-buildable. Tapi saya sarankan untuk tidak mengaplikasikan foundation ini lebih dari 2 layer karena akan terlihat cakey dan terasa sangat berat di wajah dan sebaiknya menggunakan concealer saja untuk menutupi noda-noda di wajah.

Foundation ini memiliki hasil demi-matte yang berarti foundation ini tidak terlalu matte dan tidak terlalu dewy atau lebih ke arah natural finish. Hasilnya akan terlihat sedikit mengkilap dan halus di wajah which I love it. Tapi jika kalian tidak suka hasil yang mengkilap di wajah, kalian bisa mengaplikasikan bedak setelahnya.

Before

After

After 

(Sorry for the lighting)


Dan yang terakhir adalah staying powernya cukup mengesankan. Aku memiliki wajah yang berminyak terutama dibagian T-zone dan mudah sekali berkeringat di bagian hidung dan di atas bibir (keringat jagung). Aku  tidak mengaplikasikan primer di wajah dan hanya mengaplikasikan bedak Marcks setelahnya. Aku mengaplikasikan foundation ini jam 7 pagi. 3 jam kemudian, foundation dibagian hidung mulai pudar karena hidungku yang berminyak dan ditambah lagi muncul keringat jagung. Tapi foundation dibagian lain masih tetap ‘bertahan’ walaupun saat itu aku lagi olahraga dan berkeringat sekali terutama di bagian dahi dan hidung. Namun foundation di bagian dahi tidak luntur sepenuhnya dan di bagian pipi tidak luntur sama sekali. Cuma agak terlihat lebih mengkilap karena produksi minyak berlebih.

Aku bisa bilang staying powernya lebih dari 7 jam dan jika kalian mengaplikasikan primer mungkin akan bertahan seharian. Oh ya, foundation ini tidak teroksidasi. Oksidasi adalah dimana warna foundation akan berubah menjadi gelap setelah beberapa jam dipakai.

Ok, I think that’s enough about the review. Now, we go to the conclusion.
Pros:
1.       Staying Powernya cukup oke
2.       Hasilnya terlihat natural dan halus di wajah
3.       Packaging-nya travel friendly
4.       Coverage-nya Buildable
5.       Tidak terlalu berat di wajah
6.       Tidak teroksidasi

Cons:
1.       Mahal, harganya berkisar Rp. 240.000-an
2.       Foundationnya cepat kering
3.       Oil controlnya kurang bagus terutama dibagian T-zone
4.       Belum ada di counter L’oreal, jadi harus beli di olshop


 So I give 4 of 5 for this foundation

Review Elf Waterproof Eyeliner Pen

Senin, 31 Oktober 2016

Hi, welcome back to my blog. I know it’s been a long time since I posted the last review. And I am back from hiatus with another review.

Hari ini aku mau ngereview tentang eyeliner pen. Udah lama sih pengen nyobain eyeliner pen  tapi baru kesampaian sekarang. Aku mau nyobain eyeliner yang terjangkau dulu deh. Masih mahasiswi bok, duit terbatas :D Eyeliner pen yang pengen aku review itu merek Elf. Udah pada tau kan brand yang satu ini? Aku asumsikan udah pada tau yaa…

Eyeliner pen ini harganya 50rb-an. Cukup terjangkau deh. Lebih murah dari eyeliner pen merek Wardah. Eyeliner ini jenisnya felt-tip pen. Cocok untuk pemula kayak aku karena sangat mudah untuk mengontrolnya. Ujung kuasnya lancip mirip spidol. Jadi kalau mau eyeliner yang agak tebal bisa yang garisnya tipis juga bisa.






Pas pertama kali nyobain eyeliner ini, kok rasanya kayak udah kering gitu. Gak enak banget. Waktu aku aplikasikan ke mata, garisnya putus-putus . Jadi kayak pena macet gitu. Aku teken-teken ujung eyelinernya ke tangan sampe bentuknya gak lancip kayak itu terus  aku cabut ujungnya dan aku balikkan. Ya keluar sih tintanya tapi gak terlalu pekat. Terus aku “guncangin” tu eyeliner. Eh tintanya malah beluber ke kuasnya. Sebenernya masalahnya itu ada di kuasnya. Tintanya gak bisa terserap ke kuasnya itu loh. (how to explain?)

Setelah berjuang untuk memperbaiki eyeliner ini, Akhirnya bisa juga, warna tintanya keluar lebih pekat walaupun masih ada garis putus-putus waktu diaplikasikan ke mataku. Menurut aku, ujung kuas eyeliner ini agak kaku, jadi lumayan susah untuk digunakan dan juga aku harus mengaplikasikannya berulang-ulang supaya warnanya lebih keluar.



Karena eyeliner ini diklaim waterproof and smudge-proof. Let's test it!


Aku nyoba cuci muka aku. Tapi bagian matanya gak aku gosok-gosok. Cuma diguyurin pake air aja. Lumayan sih. Tapi bagian ujungnya mulai smudge.


Dan foto di atas, waktu aku cuci muka yang kedua kalinya. Eyelinernya luntur ke bawah walaupun gak semuanya luntur.

Buat waterproof-nya sih lumayan mengecewakan. Oh iya, eyeliner ini juga gak smudge-proof seperti yang diklaimnya. Eyeliner ini sangat mengecewakan. I regret buying this product! and I won't buy it anymore. Never!

Pro; cukup terjangkau

Cons: Cepet kering
          Kuas aplikatornya kaku
          Gak waterproof
          Gak smudgeproof
        


Review Rimmel Stay Matte Pressed Powder

Senin, 19 September 2016

Haiiiii… I’m back with another review
Hari ini aku mau ngereview tentang bedak yang banyak di-hype oleh beauty guru di youtube. Oke langsung aja, cusss…

Bedak yang mau aku review yaitu Rimmel Stay Matte Pressed Powder shade 001 transparent. Harganya lumayan agak mahal untuk kantong mahasiswi kayak aku. Rp. 105.000 cuman buat bedak ini aja, oh gosh! Tapi gara-gara udah keracunan karena banyak beauty guru yang pake, yaudah dengan memantapkan hati, aku beli bedak ini. Lagipula aku udah bosen pake bedak bayi dan gak punya bedak padat buat makeupan kalo mau kondangan. Masa’ aku nge-set makeup kondangan pake bedak bayi?

Katanya, bedak ini mampu menahan minyak di wajah lebih lama dibandingkan bedak yang lain. Katanya yaaa… Let’s try this product onto my oily face! And how will my face say about this product? Tapi sebelumnya aku mau ngereview packagingnya. Oh iya, sebelumnya aku kasih tahu dulu tipe kulit wajahku. Aku punya kulit wajah yang gampang sekali berminyak dan agak kusam. Pori-pori diwajahku agak besar sehingga mudah sekali muncul komedo. 




Seperti yang kalian lihat, packagingnya simple banget. Tutupnya bening dengan tulisan nama produknya. Wadahnya terbuat dari plastik dan kayaknya agak fragile menurut aku. Kalo seadainya bedak ini gak sengaja ketimpa kamus tebel atau gak jatuh dari kasur aku, mungkin udah retak atau pecah kali ya? :D Gak ada kaca dan aplikator semacam sponge atau powder puff. Tulisan pada wadahnya juga mudah hilang.




Mari kita lihat klaimnya



  • Up to 5 hours natural shine control with natural minerals.
  • Help minimise the appearance of pores
  • Dermatologically tested
Bedak ini shadenya transparent yag mana artinya menurut aku gak ada coveragenya jadi gak bisa menutupi dark circle dibawah mata, bekas jerawat, dll. Aku pakenya dari jam 6.15 pagi. Waktu jam 8, aku coba sentuh daerah disekitar hidung dan dahi, terasa agak licin akibat produksi sebum diwajah aku tapi belum kelihatan mengkilap. Setelah jam 9-an udah mulai deh kelihatan kilapnya di dahi. Jam 10-an wajah aku udah mulai kelihatan kusam gara-gara minyak tadi yang gak bisa dikontrol dengan baik. Tapi the good thing is bedak ini emang bisa mengecilkan penampakan pori-pori tapi kalo dilihat dari dekat masih kelihatan juga pori-porinya :D

                Jadi kesimpulannya, menurut aku bedak ini gak terlalu bagus buat aku yang punya wajah yang berminyakan kayak kilang minyak apalagi aku tinggal di daerah panas. Produk ini gak bisa mengontrol minyak di wajah aku yang kelewat aktif. Kalo mau dibandingkan dengan bedak lainnya, aku lebih memilih bedak Marcks yang lebih murah daripada bedak ini. Bedak ini menurut aku agak overhyped. Tapi, makeup mah cocok-cocokan. Bisa bagus di aku tapi gak bagus di kalian atau sebaliknya.

Pros:

  • Matte finish
  • Dermatologically tested
  • Membuat pori-pori kelihatan agak mengecil
Cons:

  • Packagingnya rentan pecah/ringkih
  • Tulisan di wadahnya mudah hilang
  • Gak ada kaca dan aplikatornya
  • Kurang bagus dalam menahan minyak di wajah             
Aku kasih poin 2.5 dari 5 untuk bedak yang satu ini.

Review Maskara: Maybelline Great Lash Lots of Lashes Mascara

Minggu, 17 April 2016

Helloo… I know it’s been a long time since I posted my first review.
Kali ini aku mau nge-review maskara dari merek Maybelline. Tanpa basa basi lagi, cussss langsung baca reviewnya





Seperti yang kalian lihat dari foto di atas, nama maskaranya Maybelline Great Lash Lots of Lashes Mascara in shade Blackest Black. Dari penampilannya, kombinasi warna pink dan hijau membuat maskara ini terlihat ‘fresh’ dan ‘girly'. 

Oke, mari kita lihat klaimnya.
1.              The exclusive Great Little Grabber gets to each and every lash with precision for lots of volume from corner-to-corner
2.              Volume builds with each coat – no clumps, no mess
3.              Contact lens safe • Ophthalmologist tested




Pertama, aku akan ngebahas tentang aplikatornya. Maskara ini memiliki aplikator yang berbeda daripada aplikator maskara pada umumnya. Maybelline mengklaim bahwa aplikator seperti ini dapat menjangkau setiap bulu mata dengan presisi dari sudut ke sudut. Tapi menurut aku, dengan aplikator yang semacam ini, aku agak kesulitan mengaplikasikan maskaranya, mungkin sudah terbiasa dengan aplikator maskara biasa pada umumnya. Waktu pertama kali mengaplikasikan maskara ini memang agak sedikit belepotan karena belum terbiasa memakai aplikator yang semacam itu.

Yang kedua, kata maybelline-nya “Volume builds with each coat – no clumps, no mess”, aku setuju. Setiap aku mengaplikasikan maskara ini berulang-ulang, bulu mata aku bakalan lebih bervolume dan juga menjadi lebih lentik dan tidak menggumpal dan juga gak berat di mata. Tapi yang klaim “no mess” itu aku gak setuju. Masalahnya kembali lagi ke aplikatornya tadi yang membuat maskaranya sering belepotan di kelopak mata.

Bulu mata aku gak panjang dan gak lentik malah bulu mata atasnya turun ke bawah.

Nah foto di atas setelah pengaplikasian maskara ini. Oh iya, aku gak pake penjepit bulu mata untuk melentikkan bulu mata ya. 

Dan yang terakhir klaimnya adalah aman untuk lensa kontak dan sudah teruji oleh dokter atau ahli mata. Aku juga gak tau ya kalo masalah ini, soalnya aku gak pernah pake lensa kontak dan mudah-mudahan gak akan pernah pake lensa kontak. Kalau udah teruji oleh ahli mata sih berarti maskara ini aman untuk pengguna lensa kontak

Oh iya, yang berharap maskara ini waterproof bakalan kecewa. Maskara ini washable alias mudah dibersihkan. Artinya, bakalan luntur kalo kena air. Jadi buat kalian yang cengeng dan mau nonton film sedih di bioskop, aku gak saranin buat pake maskara ini. Mata kamu bakalan kayak panda waktu keluar dari bioskop.

Harga: Rp. 130.000-an di olshop. Karena aku dapet diskonan jadi harganya Rp. 87.000 saja. Isinya 12,7 ml. Lumayan lah…

Pros:

  1. Tidak menggumpal
  2. Tidak berat di mata 
  3. Membuat bulu mata lebih bervolume
  4. Aman untuk pengguna lensa kontak

Cons:
  1. Agak mahal untuk kantong mahasiswi seperti aku
  2. Aplikator maskaranya tidak nyaman saat dipakai untuk mengaplikasikan maskara sehingga kadang belepotan.
  3. Tidak waterproof


Rating: 3 dari 5 
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS